ansietas
Setiap pekerjaan memiliki tantangan, hambatan dan kesulitan. Hal ini seringkali menjadi salah satu hal yang membuat orang lelah, sehingga pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan cepat dan memakan waktu. Akibat dari semua ini adalah stress dan beban pikiran . Saat ini, orang tidak asing lagi dengan kata stress. Stress kerja dapat diartikan sebagai situasi yang tercipta di mana faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan berinteraksi dengan faktor internal pekerja dan mengubah keadaan fisiologis atau psikologis sedemikian rupa sehingga memaksa orang untuk melakukan pekerjaan tidak secara normal.
Di
tempat kerja, stress terkait pekerjaan sering disebut sebagai burnout. Burnout
adalah suatu kondisi stress kronis di mana pekerja merasa terkuras secara
fisik, mental, dan emosional dari pekerjaan mereka. Burnout ditandai oleh tiga
faktor, yang pertama adalah kelelahan fisik. Orang yang mengalami kelelahan
akan selalu merasa lemas dan lelah sepanjang waktu. Kedua, ditandai dengan
kelelahan emosional. Depresi, merasa tidak berdaya, merasa terjebak di tempat
kerja. Ketiga, orang yang mengalami kelelahan seringkali menunjukkan kelelahan
mental atau emosional. Mereka akan mulai merasa negatif dan negatif terhadap
orang lain dalam pekerjaannya, sehingga akan merugikan diri sendiri, pekerjaan,
organisasi, dan kehidupan secara umum.
Lalu
apa sajakah yang menyebabkan burn out pada seorang individu?
Burnout atau kelelahan kerja merupakan akibat dari stres, kelelahan dan ketidakpuasan kerja. Menurut hasil penelitian dari University of Zaragoza di Spanyol, ada tiga penyebab utama kelelahan, di antaranya sebagai berikut:
1.
Terlalu aktif dalam bekerja
Salah
satu penyebab burnout adalah karyawan bekerja keras karena menikmati
kesuksesan. Mereka cenderung mengambil tanggung jawab lebih dari yang
seharusnya, sehingga mereka sering rela mengorbankan hidup dan kesehatan
mereka.
2.
gagal mendapatkan pengakuan
Apresiasi
atas hasil kerja sangat penting dalam menjaga kesehatan mental di tempat kerja,
dan penyebab kedua dari burnout adalah perasaan tidak cukup baik hingga merasa
putus asa dalam bekerja. Situasi seperti ini membuat orang merasa kurang
tertantang dan mencoba melepaskan diri dari pekerjaan.
3.
Kemampuan disfungsional untuk bekerja
Diremehkan
di kantor, merasa diremehkan atau diabaikan oleh rekan kerja dan atasan bisa
membuat mereka merasa tidak berdaya karena merasa tidak penting bekerja di
perusahaan. Keadaan ini menyebabkan menurunnya motivasi kerja karena menganggap
dirinya kurang memenuhi persyaratan pekerjaan.
Lalu, bagaimanakah cara mengatasi burnout? Berbagai cara dapat diterapkan untuk mengatasi kelelahan atau burnout pada saat bekerja, antara lain sebagai berikut:
1. Pastikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kontrak asli
Coba
bandingkan tugas yang Anda lakukan setiap hari dengan deskripsi pekerjaan dalam
kontrak kerja asli. Terkadang tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada
Anda lebih dari yang seharusnya Anda lakukan, menyebabkan kelelahan
terus-menerus.
2. Tetapkan batasan yang jelas
Ketika Anda mulai merasa lelah, mungkin sudah waktunya untuk istirahat. Luangkan waktu untuk memulihkan kesehatan fisik dan mental Anda. Saat Anda sedang berlibur, jangan menelepon atau memeriksa email kantor Anda. Fokus pada diri sendiri dan ciptakan waktu berkualitas untuk merawat diri sendiri dan orang yang Anda cintai.
3.
Menyelimuti diri Anda dengan energi yang baik
"Mendapatkan
energi positif dari orang lain adalah pengalaman yang membangkitkan semangat,
seperti memproyeksikan energi positif itu kepada orang lain. Jadi, ketika Anda
lelah, ciptakan energi positif di sekitar Anda, baik dengan berolahraga atau
dengan mengumpulkan orang-orang terdekat Anda. Ini adalah cara yang efektif
untuk menyebarkan dan menarik dukungan dari satu sama lain dan ini adalah cara
yang baik untuk mengatasi kelelahan. Mengelilingi diri Anda dengan para pemikir
positif dan orang-orang positif dapat membuat Anda tetap fokus, berenergi, dan
bersemangat sepanjang hari. Bahkan, ini membantu meningkatkan etos kerja dan
produktivitas Anda. Kelelahan dan stres atau kelelahan terkait pekerjaan tidak
bisa dianggap remeh, karena dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas
hidup. Jika Anda sedang mengalami kelelahan, lakukan olahraga cepat untuk
mengatasinya. Sebaliknya, jika saat ini Anda berada dalam situasi yang baik,
maka lakukan tindakan pencegahan dengan mengatur waktu Anda dengan baik dan menciptakan
lingkungan kerja yang baik agar Anda dapat terus bekerja.
Sekian untuk artikel burnout semoga dapat membantu para viewers agar dapat mengurangi angka depresi dan tingkat suicide di masa modern ini. Stay tuned and Stay safe.
Komentar
Posting Komentar