ansietas
Penjelasan
Apa itu kecemasan?
Kecemasan adalah gangguan di mana gejala
somatik, vegetatif, dan kognitif terjadi yang dimana merespons rasa tidak aman
atau ketidakmampuan untuk mengatasi stres.
Ini juga merupakan reaksi jangka pendek
alami terhadap peristiwa yang membuat stres, tetapi kecemasan dapat berkembang
menjadi masalah kesehatan mental jika orang tersebut tidak berdaya dan tidak
dapat berhenti mengkhawatirkan situasi atau peristiwa yang tidak efektif, yang
mengakibatkan penghentian aktivitas kehidupan sehari-hari.
Siapapun dapat mengalami kecemasan, tanpa
memandang usia, jenis kelamin, status sosial atau status ekonomi. Namun,
menurut American Psychiatric Association, wanita lebih rentan mengalami
kecemasan dibandingkan pria karena ada perbedaan otak dan hormon dari keduanya.
Pada beberapa orang, stres atau kecemasan
dapat bermanifestasi sebagai depresi yang mengarah pada penyalahgunaan alkohol
dan obat-obatan. Pada saat ini, perhatian besar terhadap pengobatan diperlukan,
karena tidak mungkin mengarah pada upaya bunuh diri (bunuh diri).
Apa penyebab kejadian kecemasan di
Indonesia?
Menurut data dari banyak penelitian,
sekitar 20% populasi dunia menderita kecemasan. Karena kebanyakan dari mereka
adalah merupakan dewasa dan orang tua. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada
sekitar 39 juta dari 238 juta penduduk yang mengalami kejadian ini.
Gejala sering termasuk gugup, kecemasan,
depresi, sulit tidur dan konsentrasi.
Pengobatan umum antidepresan SSRI, obat
penenang benzodiazepin dan psikoterapi.
Tanda dan gejala
Apa saja tanda dan gejala kecemasan?
Gejala kecemasan cenderung berbeda-beda
pada setiap orang, tergantung dari jenis kecemasan yang dialaminya. Berikut
adalah beberapa jenis kecemasan umum dan gejalanya:
• Kepercayaan diri kurang. Ketakutan yang
ekstrem terhadap hal, situasi, atau peristiwa tertentu.
• Gangguan panik (panic disorder). Situasi
ini digunakan untuk kejadian ketakutan yang sering dan tidak terduga.
• Gangguan kecemasan sosial (social
anxiety disorder). Ketakutan akan situasi sosial dan hubungan dengan orang lain
menyebabkan pikiran negatif, rasa malu, dan rendah diri.
• Gangguan Panik (Gangguan Kekerasan).
Suatu kondisi di mana tindakan mengulangi hal yang sama sebagai ekspresi
ketidakpuasan atau ketakutan melakukan sesuatu.
• Kecemasan akan perpisahan Takut berada
jauh dari rumah atau orang yang dicintai.
• Hipokondriasis. Kecemasan atau ketakutan
yang luar biasa yang membuat pasien merasa memiliki penyakit yang serius
meskipun hasil tes menunjukkan hasil negatif.
• Gangguan stres pascatrauma
(post-traumatic stress disorder). Gangguan kecemasan yang disebabkan oleh
peristiwa traumatis di masa lalu.
Gejala umum dari beberapa jenis kecemasan ini
meliputi:
• Gejala somatik berupa jantung berdebar,
mual, pusing, nyeri fisik di beberapa bagian tubuh seperti nyeri dada, nyeri
tubuh, dll.
• Gejala vegetatif berupa gangguan tidur,
kebiasaan makan dan hubungan seksual.
• Gejala kecerdasan berupa sulit
konsentrasi, tidak mudah lelah dan mudah lupa.
Kapan Anda harus ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika Anda
mengalami salah satu gejala kecemasan yang disebutkan di atas.
Penyebab dan risiko
Apa yang menyebabkan stres?
Sejauh ini, para ahli belum bisa mengidentifikasi
penyebab pasti stres. Namun, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya,
kecemasan dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk genetika dan lingkungan,
mengubah fungsi sirkuit otak yang mengontrol rasa takut dan emosi.
Siapa yang paling berisiko mengalami
kecemasan? Banyak penelitian menemukan bahwa wanita dua kali lebih mungkin
mengalami kecemasan daripada pria, terutama mereka yang berusia di bawah 35
tahun. Selain itu, seseorang dengan kepribadian tertutup, seseorang dengan rasa
sakit hati dan riwayat keluarga depresi dan dapat menjadi cemas.
Kecemasan juga dapat terjadi sebagai
akibat dari penyakitnya, misalnya penderita kanker sering merasakan ketakutan
yang besar terhadap penyakitnya, termasuk masalah pengobatan dan kondisi
keuangan.
Analisis dan diagnosis
Bagaimana cara memastikan diagnosis
kecemasan?
Diagnosis kecemasan dini dilakukan melalui
riwayat medis atau wawancara yang mencakup berbagai gejala dan riwayat medis
pasien. Setelah itu, pemeriksaan fisik akan diikuti untuk menentukan apakah ada
kondisi medis yang diderita pasien sebagai penyebab kekhawatiran.
Tidak ada tes laboratorium yang dapat
mendiagnosis masalah tertentu. Oleh karena itu, jika dokter tidak dapat
menemukan alasan medis untuk timbulnya kecemasan, ia akan mengirim pasien ke
psikiater, psikolog atau profesional kesehatan mental lainnya.
Bagaimana cara mengatasi stres di
rumah?
Perawatan kecemasan dapat dilakukan di
rumah dengan menggunakan minyak esensial yang diekstrak dari berbagai tanaman yang
memiliki efek menenangkan seperti minyak lavender, minyak melati, minyak
peppermint dan banyak minyak esensial lainnya.
Apa perawatan dan pengobatan untuk
kecemasan dan layanan kesehatan?
Penatalaksanaan ansietas sering digunakan
dalam tatalaksana antidepresan SSRI. Jika perlu, pasien yang cemas akan
diberikan anti-benzodiazepine seperti alprazolam, diazepam, clobazam atau
lorazepam.
Jika tidak ada perbaikan dalam 6 sampai 8
minggu, antidepresan dapat ditambahkan atau diubah ke kelas antidepresan lain.
Pada pasien dengan kecemasan berat, disarankan untuk menggunakan terapi
komplementer daripada mengonsumsi antidepresan, terutama melalui psikoterapi
atau konseling.
Psikoterapi sendiri memiliki berbagai
bentuk seperti terapi kognitif, terapi psikoanalitik, terapi kognitif analitis,
dan banyak jenis terapi lainnya. Seorang profesional kesehatan mental akan
menentukan perawatan yang akan diterapkan dengan menilai kebutuhan setiap
individu.
Masalah
Risiko apa yang dapat menyebabkan masalah
terkait kecemasan? Beberapa masalah yang menjadi perhatian yang mungkin muncul
antara lain:
·
Depresi.
·
somatoform.
·
Skizofrenia hebefrenik.
Pencegahan
Bagaimana mencegah stres?
·
Stres dapat dicegah atau
dikendalikan dengan cara-cara berikut:
·
Hindari makanan dan
minuman berkafein.
·
Tidur yang cukup
setidaknya delapan jam sehari.
·
Berolahraga secara
teratur minimal dua kali seminggu.
·
Perbanyak konsumsi sayur
dan buah.
·
Ubah sikap Anda menjadi
lebih terbuka.
Jadi sampai disini saya harapkan mendapat insight terhadap
penyakit gangguan kecemasan sehingga bisa melatih diri untuk menjadi lebih
terbuka bisa bersosialisasi dengan orang yang tepat.
Sehingga dapat memperingan situasi yang
dialami saat ini dan juga apabila gangguan ini muncul anda dapat pergi dari
kerumunan orang ke tempat yang lebih sepi dan agak redup sehingga diharapkan
bisa membantu penderita dari serangan kecemasan berlebih terkait social dan
agar tidak berkembang menjadi serangan panik.
Saya harapkan dengan mendapatkan insight
ini bisa membantu orang lain agar bisa mengurangi kejadian bunuh diri yang
semakin marak terjadi di masyarakat. Stay safe and sampai ketemu lagi di seri
deep soul healing berikutnya ya.

Komentar
Posting Komentar